Anda Alergi Bisnis M L M ...? Selamat, Anda Masih WARAS!!
Kalau ada yang bilang bisnis MLM itu hebat, HATI-HATI itu pasti ORANG GILA dan Waspadalah terhadap beberapa fakta ‘GILA’ ini!.
Bisnis Franchise dulu juga ilegal & dianggap ide GILA. Tapi gilanya, hari ini pisang gorengpun dijual Franchise.
Bisnis MLM juga berkembang sangat GILA, walaupun banyak orang masih negatif tapi bisnis MLM justru makin GILA pertumbuhannya & di prediksi akan BOOMING ditahun 2010 keatas.
Di negara MLM tertua Amerika, MLM sama sekali tidak jenuh rata-rata kenaikan penjualan U$ 1.1 Miliar dan mencetak 20% orang kaya baru. Begitu juga Jepang, Korea & negara-negara Eropa. Ini menunjukan semakin maju suatu negara semakin antusias menerima MLM.
Wilayah ASEAN termasuk Indonesia juga tidak ketinggalan, sudah 7 juta pelaku MLM & dan terus tumbuh pesat.
Malaysia yg penduduknya + 25 juta jiwa saja sudah ada 700 MLM.
Majalah nasional terkemuka bahkan menyebutkan bahwa menjadi distributor MLM adalah satu dari 10 profesi paling menjanjikan di masa depan, sejajar dengan CEO (Direktur perusahaan)
TIPS ke 1 Jika anda ingin tetap WARAS seperti kebanyakan orang, ikuti solusi 20 tahun berikut ini : “Sekolah tinggi, bangun karir, dan jadilah karyawan seumur hidup anda. Jangan ambil resiko apapun!!! Bekerja keraslah dan habiskan 40-50 tahun usia anda untuk mewujudkan impian-impian BOSS Anda”.
TIPS ke 2 Jika anda sulit untuk tetap WARAS ditengah semakin banyaknya orang GILA, Anda sebaiknya memilih bergabung menjadi ikutan GILA !!! Menurut orang GILA, “UNTUK JADI KAYA AND SUKSES, Anda BUTUH IDE ‘GILA’ “. Komputer, Pesawat Terbang, Mobil, Kapal Selam semuanya diawali oleh ide GILA tapi lucunya orang-orang WARAS yang dulunya tidak percaya dengan ide-ide GILA tersebut sekarang justru merekalah yang dianggap GILA !!!
Lalu jika bisnis MLM begitu hebat, kenapa banyak orang mudah GAGAL dan DEPRESI..?
MLM Sebagai Personal Franchise
Sering sekali terjadi kesimpang-siuran dan anggapan yang salah bahwa seorang distributor MLM diperah oleh perusahaan MLM dan upline-nya. Sebetulnya, seorang pegawai yang bekerja untuk perusahaan apapun haruslah menguntungkan perusahaannya (kalau tidak pasti dipecat). Berkaitan dengan anggapan yang salah di atas, saya ingin memberikan tambahan informasi. Sebenarnya, baik pegawai yang bekerja untuk perusahaan, maupun seorang distributor MLM sama-sama menguntungkan perusahaan yang menaungi. Walaupun demikian, distributor MLM bisa kaya, bebas waktu dan finansial karena ada di kuadran B (bisnis owner), sementara pegawai susah untuk kaya, bisa punya uang tapi sulit punya waktu, karena ada di kuadran E (employee).
Saya ingin membandingkan MLM dengan konsep yang jelas-jelas sudah diterima oleh masyarakat luas, yaitu Franchise, di mana franchise juga termasuk dalam kuadran B (bisnis owner). Jadi kuadran B memberi 3 cara untuk masuk :
* Membuat sistem bisnis sendiri (perusahaan konvensional tipe C),
* Membeli sistem bisnis yang sudah ada (franchise)
* Membeli hak akses untuk masuk ke dalam sistem bisnis yang sudah teruji (MLM).
MLM sendiri disebut oleh Robert .T. Kiyosaki sebagai Personal Franchise, atau Waralaba Pribadi, yaitu franchise untuk level pribadi, bukan perusahaan.
Mari kita bandingkan MLM dan Franchise :
*Satu, Di Franchise : kita awalnya membayar investasi awal untuk bergabung. Nilainya besar, karena level perusahaan (corporate). Di MLM : kita awalnya membayar investasi awal untuk bergabung. Nilainya kecil, karena untuk level pribadi.
* Dua, Di Franchise : kita bayar sendiri semua keperluan, mulai dari tempat, pegawai, transport, konsumsi produk sendiri, dll. Di MLM : kita bayar sendiri semua keperluan, yaitu transport dan konsumsi produk sendiri. Karena levelnya pribadi, maka tidak perlu investasi tempat, pegawai, stock barang, karena sudah disediakan oleh perusahaan dan/atau stockist.
*Tiga, Di Franchise : kita bayar (seringkali sudah include pada paket investasi awal) untuk belajar. Di McDonald's, dikenal Hamburger University. Kalau sudah lulus, baru boleh buka outlet. Jadi kita punya skill dasar dalam berbisnis. Di MLM : training disediakan (biasanya gratis atau murah sekali) agar kita punya skill dasar dalam berbisnis.
* Empat, Di Franchise : franchisee berbisnis menggunakan nama franchisor. Contoh: PT XXX boleh buka outlet McDonald's, tapi nama yang muncul tetap McDonald's, bukan PT XXX. PT XXX jadi perpanjangan tangan McDonald's. Di MLM : kita berbisnis menggunakan nama MLM di mana kita bergabung, dan seakan-akan menjadi perpanjangan tangan MLM tersebut.
* Lima, Di Franchise : Kalau kita besar, bisa disebut kita menguntungkan franchisor. Di MLM : Kalau kita besar, kita disebut menguntungkan upline dan perusahaan.
* Enam, Di Franchise : Pada awal pembukaan bisnis kita, kita didampingi oleh principal dari franchisor untuk memastikan segala sesuatunya benar. Di MLM : Pada masa-masa awal kita berbisnis, kita didampingi oleh upline untuk memastikan segala sesuatunya benar.
Di MLM : kita memang ibarat membeli franchise.
Bedanya MLM dan Franchise :
* Satu, Di Franchise : Bayar royalti tiap bulan untuk franchisor. Di MLM : Tidak perlu bayar royalti. Upline sudah dapat bagiannya sendiri.
* Dua, Franchise : Bisa beli hak franchise, tapi tidak bisa jual ke orang lain (1 level saja). Di MLM : Bisa beli hak franchise, dan bisa menjualnya kepada orang lain (multi-level). Inilah asal kata MLM.
Mengapa kok orang mau-maunya beli hak franchise yang nilainya begitu besar???
* Satu, Salah satu cara masuk kuadran B (bisnis) yang memberikan kebebasan waktu dan finansial.
* Dua, Kalau saya mau jual burger, nama McDonald's lebih punya daya jual daripada XXX Burger.
* Tiga, Standarisasi dan duplikasi. Anak SMA pun bisa berhasil kalau diberikan sistem franchise kepadanya. Di perusahaan biasa, pewarisan bisnis bisa berakibat bangkrut.
* Empat, Memberikan passive income.
Referensi :
* Michael Gerber - pengarang dari "The E-myth", sebuah buku yang menceritakan tentang mengapa 98% bisnis bisa bangkrut kecuali bisnis yang mempunyai sistem yang bagus!
"BUKTI"
* Robert Kiyosaki, pengarang dari "Rich Dad, Poor Dad" dan "Cashflow Quadrant", berkata anda harus bisa menciptakan passive income sehingga bisa mempunyai waktu dan uang yang bekerja untuk anda.
"BUKTI"
* Stephen Covey, pengarang dari "7 Habits of Highly effective People", berkata bahwa sukses yang sesungguhnya hanya bisa dicapai jika anda sudah meraih kesuksesan dalam semua aspek kehidupan anda!
"BUKTI"
* Majalah Fortune berkata bahwa perusahaan yang tidak mau melakukan Direct Selling akan ditinggalkan oleh para pesaingnya yang melakukan cara tersebut.
"BUKTI"
* Prof Charles King, seorang Profesor Marketing lulusan Harvard University dan saat ini mengajar di Universitas Illinois - Chicago, berkata " Saya mengajarkan network marketing di universitas saya agar para mahasiswa bisa lebih terbuka lagi terhadap bisnis di bidang network marketing yang sedang trend saat ini."
"BUKTI"
* Peter Drucker, seorang pengarang buku terlaris, seorang konsultan manajemen dan seorang profesor di NY University Business School of Management berkata, "Sebuah peluang yang bagus di pasaran adalah yang disebabkan oleh proses penyatuan beberapa komponen kekuatan"
"BUKTI"
Copyright (c)2009 fajarbaharudin.co.cc
Powered by: Best Web Hosting and Affiliate Programs Directory. Created with Free Website Builder